Janur Nata de Coco merupakan UMKM di pedukuhan Kalirandu yang memproduksi pangan olahan nata de coco. Nama Jamur sendiri diambil dari nama putra Pak Harjanto. Usaha Pak Harjanto berupa produk nata setengah jadi dan akan dijual kepada mitra. Nantinya, mitra tersebut lah yang akan melanjutkan proses produksi dan pengemasan nata de coco. Dalam proses produksinya, Pak Harjanto hanya dibantu oleh istri dan tidak memiliki pekerja.

Pak Harjanto mengaku bahwa ia selama ini mempelajari usahanya secara otodidak dari pengalaman dan praktek sendiri. Jika produk nata de coco terdiri dari air dan serat nata, maka usaha milik Pak Harjanto hanya terfokus pada pembuatan serat nata saja. Dalam seminggu, Pak Harjanto mampu memproduksi sebanyak dua kali yaitu pada hari senin dan rabu. Sedangkan, hari-hari yang lain digunakan Pak Harjanto untuk mengambil bahan baku berupa air kelapa dari pemasok di Ps. Gamping, Karangjati. Dalam sekali produksi, Pak Harjanto membutuhkan sekitar 32 jeriken air kelapa atau sekitar 8 tong kali 130 liter.

Pak Harjanto mampu menghasilkan rata-rata sekitar 600 loyang nata dengan rekor produksi tertinggi sekitar 1,5 ton nata. Dalam memasarkan produknya, pak Harjanto bekerja sama dengan para pengepul. Pak Harjanto memiliki tiga pengepul yang berlokasi di Balangan, Sleman, Bantul, dan Wonosobo. Untuk saat ini, sdm baru dari Pak Harjantosendiri dan istrinya.
